Beberapa fakta hadits di bawah ini, bahwa sikap romantis kepada pasangan, suami kepada istri dan istri kepada suami, adalah bagian dari jati diri Nabi Muhammad Saw, dan karena itu sunnah dan sangat Islami.

  1. Nabi Saw sering berkata, bahwa ada tiga hal yang dicintai dari kehidupan ini, parfum, istri, dan shalat (Sunan Nasai, no. 3956 dan Musnah Ahmad, no. 12487). Bayangkan bro: mencintai istri itu disejajarkan dengan shalat, begitukah kita??? Mubadalahnya, bagi perempuan yang mau meneladani Nabi Saw, tentu saja dengan mencintai tiga hal; parfum, suami, dan shalat.

عَنْ أَنَسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم حُبِّبَ إِلَىَّ النِّسَاءُ وَالطِّيبُ وَجُعِلَتْ قُرَّةُ عَيْنِى فِى الصَّلاَةِ

  1. Nabi Saw sering mengungkapan cintanya di hadapan publik kepada Khadijah, termasuk dengan cara mengirimkan hadiah-hadiah kepada sahabat-sahabat dekat Khadijah sebagai bentuk ekspresi cinta yang dalam kepadanya (Sahih Bukhari, no. 3866, Sahih Muslim, no. 6431). Lah kita, memberi hadiah istri masih merasa sebagai bentuk takut istri he hee…bukan bro: ini sunnah. Mubadalahnya, perempuan juga sunnah mengekspresikan cintanya kepada suami dengan mengungkapannya dan memberi hadiah yang disenanginya.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا ذَبَحَ الشَّاةَ فَيَقُولُ أَرْسِلُوا بِهَا إِلَى أَصْدِقَاءِ خَدِيجَةَ قَالَتْ فَأَغْضَبْتُهُ يَوْمًا فَقُلْتُ خَدِيجَةَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِنِّى قَدْ رُزِقْتُ حُبَّهَا

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ مَا غِرْتُ عَلَى أَحَدٍ مِنْ أَزْوَاجِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم مَا غِرْتُ عَلَى خَدِيجَةَ وَمَا بِى أَنْ أَكُونَ أَدْرَكْتُهَا وَمَا ذَاكَ إِلاَّ لِكَثْرَةِ ذِكْرِ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لَهَا وَإِنْ كَانَ لَيَذْبَحُ الشَّاةَ فَيَتَتَبَّعُ بِهَا صَدَائِقَ خَدِيجَةَ فَيُهْدِيهَا لَهُنَّ

  1. Nabi Saw sering mencium istri dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika istri sedang haid, keduanya sedang berpuasa, bahkan mau shalat (Sunan Abu Dawud, no. 2386, Sunan Nasai, no. 171, Musnad Ahmad, no. 25662). Ho ho hoo…sedang menst, puasa, dan ibadah juga tetap romantis, dan itu ternyata sunnah bro….Mubadalahnya, perempuan juga tidak hanya boleh memulai mengekspresikan cinta dengan mencium atau yang lain, bahkan itu sunnah.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَظَلُّ صَائِمًا وَيُقَبِّلُ مَا شَاءَ مِنْ وَجْهِى حَتَّى يُفْطِرَ
عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ أَهْوَى إِلَىَّ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لِيُقَبِّلَنِى فَقُلْتُ إِنِّى صَائِمَةٌ قَالَ وَأَنَا صَائِمٌ فَقَبَّلَنِى
عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يُقَبِّلُ بَعْضَ أَزْوَاجِهِ ثُمَّ يُصَلِّى وَلاَ يَتَوَضَّأُ

4. Nabi Saw sering minum dari gelas yang sama dengan istri. Bahkan secara sengaja              meletakkan bibirinya pada sisi gelas bekas bibir istrinya. Sehingga sang istri terkesima.      (Sahih Muslim, no. 718). .romantisnya, kita??. Mubadalahnya, perempuan juga bisa        secara sengaja mencari sensasi makan minum bersama yang membuat sang suami            terkesima.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كُنْتُ أَشْرَبُ وَأَنَا حَائِضٌ ثُمَّ أُنَاوِلُهُ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم فَيَضَعُ فَاهُ عَلَى مَوْضِعِ فِىَّ فَيَشْرَبُ وَأَتَعَرَّقُ الْعَرْقَ وَأَنَا حَائِضٌ ثُمَّ أُنَاوِلُهُ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم فَيَضَعُ فَاهُ عَلَى مَوْضِعِ فِىَّ

  1. Nabi Saw sering mandi bersama dengan istri, bahkan berebut gayung satu sama lain untuk menciptakan suasana emosional (Sahih Bukhari, no. 251 dan Sunan Nasai, no. 417). ..mandi bareng juga sunnah, mantap bro…Tidak perlu mubadalah ya, sudah disebut mandi bareng soalnya.

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ كُنْتُ أَغْتَسِلُ أَنَا وَرَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم مِنْ إِنَاءٍ وَاحِدٍ أُبَادِرُهُ وَيُبَادِرُنِى حَتَّى يَقُولَ دَعِى لِى وَأَقُولَ أَنَا دَعْ لِى

  1. Nabi Saw sering lendotan ke istri, tiduran di pangkuan istri, sekalipun sang istri lagi menstruasi, bahkan sambil membaca al-Qur’an. Nabi juga sering tidur satu selimut dengan istri, dan terkadang menerima wahyu saat masih berada dalam satu selimut tersebut (Sahih Bukhari, no. 298 dan 3281). Nah loh, lendotan, tidur di pangkuan, tidur sekamar, seranjang, dan seselimut, adalah bagian dari sunnah. Mubadalahnya, perempuan juga disarankan bermanja-manja sama suami, sebagai ekspresi cinta dan romantisme.

أَنَّ عَائِشَةَ حَدَّثَتْهَا أَنَّ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَتَّكِئُ فِى حَجْرِى وَأَنَا حَائِضٌ ثُمَّ يَقْرَأُ الْقُرْآنَ، وأنه صلى الله عليه وسلم قال: لاَ تُؤْذِينِى فِى عَائِشَةَ فَإِنَّ الْوَحْىَ لَمْ يَأْتِنِى وَأَنَا فِى ثَوْبِ امْرَأَةٍ إِلاَّ عَائِشَةَ

  1. Nabi Saw juga tidak segan untuk bermain kejar-kejaran dengan istri, kadang kalah dan kadang menang, untuk menciptakan suasana romantis (Sunan Abu Dawud, no. 2580). Ayo bro…..banyak cara untuk membikin suasana romantis dengan istri. Mubadalahnya, perempuan juga bisa melakukan berbagai cara untuk memciptakan suasana romantis. Ayo sis….

عَنْ عَائِشَةَ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّهَا كَانَتْ مَعَ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم فِى سَفَرٍ قَالَتْ فَسَابَقْتُهُ فَسَبَقْتُهُ عَلَى رِجْلَىَّ فَلَمَّا حَمَلْتُ اللَّحْمَ سَابَقْتُهُ فَسَبَقَنِى فَقَالَ هَذِهِ بِتِلْكَ السَّبْقَةِ

  1. Sikap romantis Nabi Saw yang paling utama adalah melayani istri ketika di rumah. Bahkan Nabi Saw menyerukan umatnya: untuk menyuapi istri secara langsung sebagai bentuk ibadah yang berpahala (Sahih Bukhari, no. 680). Masha Allah….melayani istri adalah sunnah, dan menyuapi istri adalah ibadah. Keren banget nih Islam. Mubadalahnya, tentu saja istri melayani suami adalah sunnah dan menyuapinya adalah ibadah. Ayo sis….

عَنِ الأَسْوَدِ قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ مَا كَانَ النَّبِىُّ صلى الله عليه وسلم يَصْنَعُ فِى بَيْتِهِ قَالَتْ كَانَ يَكُونُ فِى مِهْنَةِ أَهْلِهِ تَعْنِى خِدْمَةَ أَهْلِهِ. وعن سعد بن أبي وقاص، قال: قال النبي صلى الله عليه وسلم: فَإِنَّهَا صَدَقَةٌ حَتَّى اللُّقْمَةُ الَّتِى تَرْفَعُهَا إِلَى فِى امْرَأَتِكَ.

  1. Terakhir (sebenarnya masih banyak lagi, sementara sembilan dulu ya, biar ganjil he hee), yang paling romantis adalah ketika di malam hari, sholat bersama, jika istri bangun duluan, ia akan membangunkan suaminya, begitupun ketika suami duluan yang bangun. Saling membangunkan adalah sunnah, dan ini sudah mubadalah ya (Sunan Abu Dawud, no. 1310).

Semoga kita bisa mengamalkan sunnah-sunnah romantis ini, Amiin.[]

BAGIKAN
Faqih Abdul Kodir
Faqih Abdul Kodir, biasa disapa Kang Faqih adalah alumni PP Dar al-Tauhid Arjawinangun, salah satu wakil ketua Yayasan Fahmina, dosen di IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan ISIF Cirebon. Saat ini dipercaya menjadi Sekretaris ALIMAT, Gerakan keadilan keluarga Indonesia perspektif Islam.