عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- «أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ خُلُقًا». رواه الترمذي في سننه، رقم الحديث: 1195، كتاب الرضاع، باب مَا جَاءَ فِى حَقِّ الْمَرْأَةِ عَلَى زَوْجِهَا.

Terjemahan:

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah Saw bersabda: “Orang mukmin yang paling sempurna adalah mereka yang memiliki akhlak mulia dan sebaik-baik kamu adalah dia yang berperilaku baik terhadap perempuan”. (Sunan Turmudzi, no. Hadis: 1195).

Sumber Hadis:

Hadis ini diriwayatkan Imam Turmudzi dalam Sunanya (no. Hadis: 1195), Imam Ibn Majah dalam Sunannya (no. Hadis: 2054), dan Imam Ahmad dalam Musnadnya (no. Hadis: 10247).

Penjelasan Singkat:

Masih satu nafas dengan teks Hadis ke-3 dan ke-4, Hadis Abu Hurairah ra ini kembali menegaskan posisi akhlak dan relasi kemanusiaan dalam risalah kenabian. Berulangkali Nabi Saw menegaskan hal ini dalam berbagai sabdanya dan ditunjukkan dalam perilakunya sehari-hari. Bahwa keimananan itu menuntut seseorang memiliki relasi yang baik dengan sesama manusia, berbuat mulia, menebar kebaikan, dan mendatangkan kemaslahatan.

Dalam teks ini, Nabi Saw mengingatkan bahwa berbuat baik kepada perempuan menjadi syarat keimanan sekaligus juga indikator orang-orang terpilih. Ini adalah pengakuan tegas dari Nabi Saw tentang posisi dan martabat kemanusiaan perempuan. Bahwa mereka ada untuk diperlakukan sebagai manusia yang bermartabat. Bukan untuk direndahkan, dilecehkan, dan dipinggirkan, apalagi dijadikan korban kekerasan. Penegasan ini menjadi monumental karena dinyatakan pada masyarakat jahiliyah yang, seperti diungkap dalam Hadis ke-6, tidak mengakui keberadaan perempuan.

Hadis ini jika dibaca secara mubadalah, atau timbal-balik, maka perempuan mukmin yang terbaik dan terpilih adalah juga yang berbuat baik pada keluarganya. Karena poin utamanya adalah keluarga yang memiliki posisi penting dalam risalah kenabian. Segala kebaikan dan perbuatan mulia, harusnya dimulai terlebih dahulu dalam lingkup keluarga; baik dalam relasi suami-istri, orang tua-anak, maupun antar sesama saudara. Dus, muslim dan mukmin sejati, menurut teks hadis ini, adalah mereka yang berakhlak mulia antar sesama dan saling menghargai. Laki-laki kepada perempuan, dan perempuan kepada laki-laki.

BAGIKAN
Faqih Abdul Kodir
Faqih Abdul Kodir, biasa disapa Kang Faqih adalah alumni PP Dar al-Tauhid Arjawinangun, salah satu wakil ketua Yayasan Fahmina, dosen di IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan ISIF Cirebon. Saat ini dipercaya menjadi Sekretaris ALIMAT, Gerakan keadilan keluarga Indonesia perspektif Islam.