عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ: «حُبِّبَ إِلَىَّ النِّسَاءُ وَالطِّيبُ وَجُعِلَتْ قُرَّةُ عَيْنِى فِى الصَّلاَةِ». رواه النسائي في سننه، رقم الحديث: 3957، كتاب عشرة النساء، باب حُبِّ النِّسَاءِ.

Terjemahan:

Dari Anas bin Malik ra, Rasulullah Saw bersabda: “Saya senang perempuan, parfum, dan mata saya selalu merasa teduh dengan shalat”. (Sunan Nasa’i, no. Hadis: 3957).

Sumber Hadis:

Hadis ini diriwayatkan Imam Nasa’i dalam Sunannya (no. Hadis: 3956) dan Imam Ahmad dalam Musnadnya (no. Hadis: 12487, 12488, 13257, dan 14253).

Penjelasan singkat:

Ini adalah pernyataan tegas Nabi Saw bahwa perempuan adalah bagian penting dari kehidupannya di dunia ini, sejajar dengan parfum dan shalat. Perempuan dicintai Nabi Muhammad Saw. Sama seperti cinta beliau kepada parfum dan shalat. Sekalipun shalat-lah yang benar-benar meneduhkan kehidupan beliau. Sebagai yang dicintai Nabi Saw, perempuan tidak seharusnya dilecehkan, direndahkan, dianggap tidak berharga, atau dianggap sebagai faktor yang menghambat ibadah seseorang kepada Allah Swt atau menghalangi kedekatan kepada-Nya. Jika ada orang yang berpikir demikian, maka ia menyalahi Nabi Saw dan tidak meneladani Sunnahnya.

Teks hadis ini digunakan Syekh Ibn Arabi untuk menyatakan bahwa kualitas feminin itu justru lebih mendekatkan seseorang kepada kualitas Nabi Muhammad Saw dan memudahkan kedekatan seseorang ketika beribadah kepada Allah Swt. Kualitas feminin itu seperti menyayangi, memberi, berbagi, menolong, membahagiakan dan menyenangkan.

Jika dipahami secara mubadalah, maka laki-laki juga bukan penghalang bagi perempuan untuk beribadah, beramal, dan mendekat kepada Allah Swt. Bahkan bisa jadi, justru laki-laki akan bisa membantu perempuan mendekat kepada Allah Swt. Jika pernyataan Ibn Arabi juga boleh di-mubadalah-kan, maka perempuan yang sudah biasa dengan kualitas feminin, bisa juga beribadah dan beramal di ranah maskulin, memimpin dan bertangung-jawab di ranah publik.

Tentu saja, ini sebagai perimbangan dalam kehidupan seseorang agar memiliki kapasitas sebagai manusia yang utuh dan mempunyai pengalaman hidup yang lengkap. Dan bisa memberi manfaat sebanyak mungkin, baik kepada diri, keluarga, tetangga, dan masyarakat luas.

BAGIKAN
Faqih Abdul Kodir
Faqih Abdul Kodir, biasa disapa Kang Faqih adalah alumni PP Dar al-Tauhid Arjawinangun, salah satu wakil ketua Yayasan Fahmina, dosen di IAIN Syekh Nurjati Cirebon dan ISIF Cirebon. Saat ini dipercaya menjadi Sekretaris ALIMAT, Gerakan keadilan keluarga Indonesia perspektif Islam.