Universal versus Partikular

0
124

Sumber-sumber utama Islam menyediakan dua katagori teks, universal dan partikular. Teks universal adalah teks yang mengandung pesan-pesan kemanusiaan, untuk semua orang di segala ruang dan waktu. Para ahli hukum Islam menyebut ini dengan istilah “Al-Kulliyyat al-Khams” (Lima prinsip Universal). Yaitu hifzh al-din” (perlindungan terhadap keyakinan), hifzh al-nafs (perlindungan atas hak hidup), hifzh al-‘aql (perlindungan atas hak berpikir dan berekspresi), hifzh al- nasl/al-‘irdh (perlindungan atas hak-hak reproduksi dan kehormatandiri) dan hifzh al- mal (perlindungan atas hak milik).

Sementara katagori teks partikular adalah teks yang menunjukkan pada kasus tertentu. Semua teks-teks hukum adalah partikular. Teks-teks partikular muncul sebagai respon atas suatu peristiwa atau kasus. Karena sifatnya yang demikian maka ia selalu terkait dengan konteks tertentu. Oleh karena itulah ia harus dimaknai secara kontekstual. Pernyataan ini tidak serta merta diartikan sebagai mengubah, mengabaikan atau bahkan membuang teks, melainkan memaknainya dengan cara mendekatkannya pada maksud/visi diturunkannya kitab suci ini.

Imam al Syathibi mengatakan:

“Aturan-aturan umum atau hukum universal bersifat pasti dan normatif, sedangkan pesan-pesan atau petunjuk-petunjuk khusus bersifat relatif. Karena itu, hukum umum dan ketentuan universal harus diutamakan dan diberi bobot lebih besar dalam menganalisis petunjuk-petunjuk hukum yang bersifat khusus. (al-Muwafaqat, juz III, hal. 261-272).

Mengacu pada pernyataan ini, seharusnya ayat tentang kesetaraan (QS. 49: 13) menjadi pilar untuk memaknai ulang ayat tentang kepempimpinan (QS. 4: 34) yang bersifat partikular. Pemaknaan ulang ini dimaksudkan sebagai upaya mewujudkan keadilan yang merupakan kehendak utama dan cita-cita agama. Tujuan ini sama dengan tujuan ketika teks Q.S. 4:34 itu diturunkan. Situasinya saja yang berubah dan berbeda. Dan itu dalam kerangka mewujudkan tujuan yang sama. Keadilan dan Kebahagiaan.

Editor: Faqihuddin Abdul Kodir
BAGIKAN
KH. Husein Muhammad
KH Husein Muhammad adalah kyai yang aktif memperjuangkan keadilan gender dalam perspektif Islam dan salah satu pengasuh PP Dar al Tauhid Arjawinangun Cirebon.