Seringkali, ketika kita bicara kekerasan seksual yang muncul adalah perkosaan. Padahal, selain perkosaan, pelecehan seksual sangat dekat terjadi di kehidupan sehari-hari kita, hanya saja masyarakat belum melihat itu sebagai situasi yang berbahaya yang harus ditolak.

Berikut adalah alasan mengapa pelecehan seksual sangat berbahaya:

Pertama, Komnas Perempuan menemukan kekerasan seksual dalam 15 bentuk, salah satunya adalah pelecehan seksual, yaitu tindakan bernuansa seksual yang disampaikan melalui kontak fisik maupun non fisik yang menyasar pada bagian tubuh seksual atau seksualitas seseorang. Seperti, siulan, komentar atau ucapan bernuansa seksual, colekan atau sentuhan di bagian tubuh.

Kedua, seseorang yang mendapatkan pelecehan seksual dapat menjadi trauma terhadap kondisi dan situasi tertentu. Misalnya pernah menjadi korban pelecehan pada saat menjadi penumpang bis dalam situasi yang ramai penumpang, maka korban akan trauma terhadap situasi di bis dan situasi ramai.

Tidak ada alasan apapun bagi kita untuk bersikap permisif pada pelecehan seksual. Secara personal, kita harus berani menolak dan mengatakan tidak terhadap tindakan-tindakan pelecehan seksual

Ketiga, dalam sebuah hadits disebutkan bahwa “setiap muslim diharamkan mengganggu/mencederai/melukai hak hidup, kehormatan diri dan hak milik orang lain”, maka haram hukumnya melakukan pelecehan seksual.

Keempat, jika pelaku pelecehan seksual tidak mendapatkan hukuman dan sanksi sosial, maka pelaku akan menganggap apa yang mereka lakukan adalah sesuatu yang wajar dan tidak berbahaya, maka bukan tidak mungkin pelaku akan melakukan tindakan yang lebih berbahaya, seperti pemerkosaan.

Kelima, dalam Konstitusi pasal 28 G point 2, terdapat hak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakukan yang merendahkan derajat martabat manusia. Maka pelecehan seksual jelas merupakan tindakan yang melanggar konstitusi.

Keenam, pelaku pelecehan seksual dapat dipidanakan dengan menggunakan pasal 281 KUHP tentang kesusilaan dan pasal 315 KUH tentang penghinaan. Banyak korban pelecehan seksual tidak melaporkan kasusnya karena merasa tidak dapat menjerat pelaku menggunakan KUHP.

Maka, tidak ada alasan apapun bagi kita untuk bersikap permisif pada pelecehan seksual. Secara personal, kita harus berani menolak dan mengatakan tidak terhadap tindakan-tindakan pelecehan seksual. Dan sebagai bagian dari masyarakat, kita harus melakukan upaya proteksi sosial, jangan lagi abai terhadap situasi dan kondisi yang memungkinkan terjadi pelecehan seksual. Karena, situasi yang aman dan nyaman adalah tanggung jawab semua orang.

BAGIKAN
Alifatul Arifiati
Alifatul Arifiati, perempuan pekerja sosial yang aktif bersama anak-anak muda belajar mengenai hak-hak warga negara, baik sebagai perempuan, sebagai anak muda, maupun sebagai komunitas minoritas agama.